Selasa, 03 April 2012

TRANSCORP


CONCENTRATION OF OWNERSHIP






Awal mula berdirinya TRANSCORP

Pada tahun 1987,seorang konglomerat bernama chairul tanjung mendirikan kelompok perusahaan bernama para group.pada awalnya kelompok perusahaan ini hanya mendirikan usaha ekspor sepatu anak-anak.secara perlahan-lahan,kelompok perusahaan ini mengembangkan bisnis dalam bidang lain,seperti kompleks pertokoan bandung supermall (yang tidak terlalu menguntungkan),bank mega & bank mega syariah,dimana bank ini mengalami perbaikan finansial sehingga  para group bisa menorehkan saham perdana mereka di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2001.bukan hanya itu,pada tahun-tahun selanjutnya,para group mendirikan induk perusahaan dalam bidang media,gaya hidup dan hiburan,bernama TRANSCORP yang menggawangi trans tv,trans 7,dan detik.com

Pada tahun 1 desember 2011,para group melakukan perubahan identitas perusahaan menjadi CT corp(merupakan singkatan dari chairul tanjung),terdiri dari 3 sub holding : mega corp,trans corp,dan CT global resourches yang meliputi layanan finansial,retail,media,hiburan & sumber daya alam.



Saat ini,CT group memiliki berbagai anak perusahaan di berbagai bidang.diantaranya adalah :
 
TRANSCORP


Trans Corpora Media

  • PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)
  • PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7)
  • PT Agranet Multicitra Siberkom (DetikCom)
  • Lifestyle
  • PT.Mahagaya Perdana (prada,miu-miu,tod's,aigner,jimmy choo,mango,dll)
  • PT.Metropolitan Retailmart (Metro department store)

PT.TRANS F&B

  • PT.Trans Coffee (the coffee bean & tea leaf)
  • PT.Naryadelta Prarthana (baskin robins)

PT.TRANS RETAIL

  • PT.Carrefour Indonesia

MEGA CORP

PERBANKAN

  • PT Bank Mega Tbk (Bank Mega)
  • PT Bank Syariah Mega Indonesia (Bank Mega Syariah)

ASURANSI

  • PT Asuransi Jiwa Mega Life
  • PT Asuransi Umum Mega

PASAR MODAL

  • PT Mega Capital Indonesia


CT GLOBAL RESOURCHES
  • PT Para Inti Energy
  • PT Para Energy Investindo
  • PT CT Agro
  • PT Kaltim CT Agro
  • PT Kalbar CT Agro


CONCENTRATION OF OWNERSHIP

Concentration of ownership adalah kepemilikan sejumlah besar media oleh sejumlah kecil perusahaan atau konglomerat media. Contohnya adalah Trans Corpora yang diketuai oleh Chairul Tanjung. TRANSCORP mempunyai Trans7 dan Transtv.

Fenomena kepemilikan media yang berada dalam satu jaringan yang besar di Indonesia mempunyai sisi baik dan buruk untuk para masyarakat. Sisi baiknya adalah penyebaran informasi akan menjadi mudah kepada masyarakat. Contohnya berita yang ditayangkan di trans7 dapat juga ditonton di Transtv. 

Tetapi karena mereka berasal dari korporasi yang sama, berita akan cenderung menjadi sama. Dan juga sisi buruknya adalah tidak jarang berita disediakan hanya untuk kepentingan citra pemiliknya. Kalau saja pemilik media melakukan kejahatan, mungkin saja akan adanya pengaburan berita karena menyangkut orang yang berada dalam lingkungan atau bersangkutan dengan media tersebut. 

Contohnya, pemilik TRANSCORP mempunyai hubungan erat dengan presiden kita, tidak mustahil jika berita yang ditayangkan menyangkut presiden berisi berita yang cenderung positif dan tidak menjelek-jelekan.

Kebutuhan masyarakat terhadap informasi akan terpenuhi sesuai dengan pola yang pemilik media inginkan. 


Bagaimana perubahan dari media itu sendiri ?

Media adalah sebuah jembatan penghubung dari informasi yang ada terhadap public. Apa yang media siarkan atau beritakan pasti kebanyakan public akan percaya terhadap informasi tersebut.

Tetapi pada saat ini media sudah mengalami banyak sekali perubahan. Kami mengambil contoh perubahan media yang sangat terjadi di Indonesia, tidak hanya di Indonesia saja perubahan ini terjadi. Perubahan ini juga terjadi di banyak negara. Salah satu perubahan media yang terjadi di Indonesia adalah Concentration of Ownership.


Concentration of Ownership itu adalah kejadian dimana suatu perusahaan media mendominasi media - media yang ada. Seperti misalnya perusahaan media TRANSCORP (Trans7, Trans TV, DetikCom, MyTrans, PT. Transinema Pictures). MNC (memiliki tiga jaringan televisi nasional) Siti Hardiyati Rukmana (mba Tutut) memiliki banyak perusahaan juga (Global TV, TPI, untuk berlangganan Indovision, koran SINDO, Genie, Mom&Kiddie, Trust Magazine, Realita, ARH Global, Women Radio, okezone.com, PT. Star Media Nusantara, manajemen artist).




"Istilah siapa yang menguasai informasi akan menguasai dunia dipahami oleh para pengusa media karena dengan penguasaan informasi dengan mudah mereka dapat membentuk opini tentang hal yang ingin mereka sampaikan."

Kami akan menampilkan contoh perusahaan yang dibawahi oleh TRANSCORP :




TRANS 7





TRANS TV




DETIKCOM


Itu sebagian contoh perusahaan yang dibawahi oleh TRANSCORP


Bagaimana peristiwa ini bisa terjadi ?

Peristiwa ini bisa terjadi karena perusahaan media menganggap kalau public adalah sebuah product bukan lagi sebagai konsumen . Semakin banyak media yang mereka pegang maka semakin banyak juga profit yang mereka dapatkan dari public yang mengkonsumsinya.


EFEK TERHADAP MASYARAKAT

Efek terhadap masyarakat yang mengkonsumsi media pun mereka hanya akan mempercayai informasi dari media-media besar tersebut dan tidak mengkonsumsi atau mempercayai media yg dimiliki oleh perusahaan media lainnya.
Masyarakat juga lebih dominan untuk mengkonsumsi media yang dinaungi oleh TRANSCORP. Mulai dari berita mereka lebih memilih untuk melihat berita dari internet di Detikcom. Untuk TV mereka lebih sering menonton Trans TV dan juga Trans 7.
Dari pengamatan yang telah kami amati, kami bertanya kepada masyarakat diluar sana "lebih suka nonton tv di stasiun apa?" kebanyakan mereka semua lebih memilih stasiun Trans tv dan juga Trans 7 karena acaranya yang menarik. Mengapa demikian ? Karena media ini sudah dibawahi oleh perusahaan besar yaitu TRANSCORP



Kami akan sedikit memasukan gambar dari kru TRANSCORP 




Sekian blog dari kami :)
Bila ada kesalahan kata penulisan dan juga ada kata - kata yang menyinggung kami mohon maaf karena tidak disengaja 

Kami terdiri dari 5 orang






THANK YOU :)
whatwesharewewrite.blogspot.com